
PRABUMULIH, MEDIARAKYAT.CO || Masyarakat yang bermukim di RT:01 RW:02 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, mengeluhkan limbah Chemical yang diduga dibuang oleh oknum pekerja PT. Baker Hughes kedekat pemukiman.
Media ini mencatat sebanyak 15 kepala keluarga yang berada di dekat lokasi pembuangan limbah tersebut mulai merasakan dampaknya seperti sakit tenggorokan, pusing serta mual. Selain itu warga juga enggan menggunakan air sumur karena takut sudah terkontaminasi dengan zat racun berbahaya.
Seperti yang dirasakan salahsatu warga terdampak yaitu bapak Cadin, ia mengaku mengalami batuk, pusing serta mual yang disebabkan oleh bau menyengat limbah tersebut.
“Tolong segera ditindaklanjuti karena ini sudah menyangkut lingkungan dan juga kesehatan kami, sebelum bertambah parah karena hal ini sudah berlarut-larut, “ungkap Cadin kepada media ini.
Diceritakan Cadin, dirinya diajak oleh oknum pekerja yang diduga karyawan dari PT.Baker Hughes membuang cairan dari drum ke dalam kolam (balong) disebuah kebun karet yang diketahui milik Yudi pada bulan Februari-Mei kemarin.
Baca juga GM PT.Bukit Asam Bersama Plt. Bupati Muara Enim Gelar Acara Green Mining Penanaman 1000 Pohon Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia World Enviro dinment Day (WED)
“Saya di ajak masuk ke dalam PT. Baker Hughes oleh salah satu oknum karyawan untuk mengangkut limbah dan dibuang ke lokasi pembuangan yang dimaksud dengan froklip dan mendapatkan upah Rp 200 ribu, “ungkap Cadin.
Terkait hal ini Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Prabumulih mengambil sampel yang diduga limbah untuk diuji di laboratorium dan disaksikan masyarakat setempat. Setelah itu DLH menggelar Rapat tertutup dengan kedua belah pihak di kantor PT. Baker Hughes.
DLH juga meminta kepada pihak Baker Hughes untuk memberikan berkas perizinan lingkungan beserta kandungan bahan kimia (MSDS) dalam LB3 yang dihasilkan.
“DLH meminta kepada pihak Baker Hughes untuk memberikan kejelasan atau jawaban atas kasus ini dan kami berikan waktu selama 5 hari, ” Kata Alzabra Elbar, Selasa sore (20/11/2023).
Sementara Dari PT. Baker Hughes melalui tulisan notulen hasil rapat dengan pihak bersangkutan menyampaikan bahwasannya perusahaan tidak pernah mengeluarkan limbah tanpa sepengetahuan manajemen dan tanpa ada manifest LB3. Pihak Baker juga tidak tau mengapa limbah yang ditemukan oleh warga berasal dari perusahaan mereka.
“Pihak Baker juga meminta kepada warga yang terdampak agar dapat membuktikan bahwasannya limbah itu berasal dari perusahaan. Dan kami akan membentuk tim untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini dan hasilnya akan kami sampaikan ke pihak DLH Prabumulih, “tulis pihak Baker di notulen hasil rapat. (sto)





