
Kayuagung, Wartasumsel.co.id – Kondisi jalan di Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing Kabupatan OKI yang kembali rusak padahal belum setahun diperbaiki.
Proyek peningkatan jalan itu dikerjakan oleh CV. Bina Bangun Perkasa, yang beralamat di Banyuasin. Diketahui pengaspalan jalan yang berlokasi di Desa Dabuk Rejo tersebut baru hitungan bulan.
Pekerjaan proyek tersebut, menurut keterangan salah seorang warga Desa Dabok Rejo yang enggan menyebutkan
namanya, mengatakan baru dua bulan jalan tersebut selesai diperbaiki, kini ruas Jalan tersebut sudah mulai berlubang.
“Dikarenakan aspal yang dikerjakan terlalu tipis”, terang warga setempat saat diwawancarai media ini, pada Rabu 09/10/22 yang lalu.
Lanjutnya, pekerjaan jalan itu selesai pada bulan September 2022 yang lalu. Sangat disayangkan karena biaya sudah banyak dikeluarkan pemerintah tetapi baru dua bulan sudah mulai rusak kembali “terkesan mubasir”, ujarnya.
“Kerusakan jalan Kabupaten terjadi di beberapa titik jalan di Desa Dabuk Rejo menuju Desa Cahya Bumi OKI”, imbuhnya.
Ditempat terpisah anggota Komunitas Masyarakat Anti Korupsi indonesia (K-MAKI) Hernis sangat menyayangkan kerusakan jalan tersebut, karena diduga kuat permainan pihak kontraktor pengurangan volume sehingga jalan tersebut cepat rusak.
Walaupun ada dana pemeliharan tetapi jalan yang baru di bangun menjadi tambal sulam, seolah – olah jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki, padahal bulan September yang lalu
baru diselesaikan pengerjaannya, yang menggunakan dana ratusan juta, bahkan milyaran rupiah.
Pembangunan yang ada di OKI ini diduga menjadi ajang korupsi para oknum oknum yang mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan hasil dari apa yang dilakukan.
lanjutnya, tentu dalam hal ini
kami meminta kepada pihak-pihak dinas yang terkait untuk segera memanggil pihak oknum yang terlibat untuk diminta pertanggungjawabnya.
Anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten OKI dengan pagu yang cukup besar Rp.3.500.000.000.00. (tiga milyar lima ratus juta rupiah), namun spek pengerjaanya tidak sesuai dengan harapan.
“Dalam hal ini tentu akan kita tindak lanjuti dan bilamana terbukti adanya
penyimpangan dan terindikasi korupsi akan kita laporkan ke pihak yang berwajib”, jelas Hernis.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI ketika dihubungi via telp whatsapnya, belum memberikan jawaban.(red -tim)








