
KALIMANTAN BARAT, MEDIARAKYAT.CO || Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Sato Thomas More Pontianak (PMKRI) Mengadakan Kegiatan Pembukaan Masa Bimbingan yang akan berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 15-16 Oktober 2022.
Kegiatan Masa Bimbingan merupakan kegiatan Pendidikan Kaderisasi Formal ke 2 setelah Masa Penerimaan Anggota Baru PMKRI Pontianak yang di adakan pada tanggal 23-25 September 2022 lalu.
Dalam pembukaan Masa Bimbingan PMKRI Pontianak di hadiri oleh Suhermansyah selaku ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat sekaligus membuka kegiatan.
Endro Ronianus Selaku Ketua PMKRI Pontianak menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan Masa Bimbingan sebagai bentuk komitmen Organisasi dalam melahirkan kader yang siap terjun ke masyarakat dan di harapkan berguna bagi Gereja dan masyarakat.
“Kegiatan Masa Bimbingan ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen kami untuk melahirkan pemimpin yang berguna bagi gereja dan tanah air sesuai jargon PMKRI yaitu Pro Ecclesia Et Patria”, terang Endro.
“Anak muda saat ini dihadapkan dengan perkembangan zaman yang begitu cepat dan pesat maka jika tidak di siapkan sekarang diri anda maka akan kesulitan menyesuaikan diri kedepannya”, lanjutnya.
Sedangkan Suhermansyah selaku Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, dalam sambutannya mengajak PMKRI Pontianak untuk terlibat aktif menjalankan peran nya membantu Bawaslu dalam Pelaksanaan Pemilu 2024.
“Kita sebelum memimpin, harus bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu agar dapat menjalankan peran kita sebagai anak muda berguna bagi Gereja dan Masyarakat khusus anak PMKRI.” Tuturnya
Menutup kata sambutan Suhermansyah menyampaikan, Menyongsong Pemilu 2024 saya mengharapkan PMKRI Pontianak bisa bekerjasama membantu Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat dalam menjalankan peran Partisipasi Masyarakat dalam pemantauan dan pengawasan Pelaksanaan Pemilu 2024.
Seperti yang diketahui, bahwa Pelaksanaan kontestasi Pemilu 2024 tidak lama lagi, oleh karenanya masyarakat pada umumnya ikut terlibat secara langsung dalam pemilu tersebut tak terkecuali PMKRI, oleh karenanya sebagai warga negara dan juga sebagai calon pemimpin bangsa, mahasiswa juga harus terlihat aktif dalam mengawal, mengawasi, jadi mengamankan setiap proses pada kontestasi Pemilu yang tidak terlepas dari isu-isu yang akan menjadi sumber konflik. (ba)





