
Banyuasin, Media Rakyat – Launching peluncuran satu unit kapal penyebrangan 150 GT KMP Puteri Leanpuri Tanjung Api Api, tipe double ended lintas Sri Menanti – Karang Baru Kabupaten Banyuasin, sebagai salah satu pendukung konektifitas perekonomian di wilayah Sumatera Selatan yang banyak wilayah perairan, terutama di Kabupaten Banyuasin. Acara yang di buka oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, diwakili oleh Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyebrangan Kementerian Perhubungan RI, Junaidi, diharapkan nantinya hasil dari pembangunan kapal oleh PT Mariana Bahagia ini memenuhi standarisasi alat angkut perairan yang sudah diawasi oleh biro standarisasi Indonesia, Rabu (23/2).
Turut hadir dalam acara ini Gubernur Sumsel, diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, KPU, Pengawasan, Ekowanti Retnaningsi. KPA Satuan Kerja BPTD Wilayah VII Pov. Sumsel Muhamad Fahmi. Bupati Banyuasin, H. Askolani, diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabuoaten Banyuasin, Anthony Liando, bersama PLT Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Banyuasin, Noffaready dan juga DirUt PT Mariana Bahagia Yonlee W. Sucipto.
Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyebrangan Kementerian Perhubungan RI, Junaidi dalam sambutannya mengatakan, jika pembangunan kapal ini merupakan pembangunan ke 79 yang sudah dibangun oleh PT Mariana Bahagia ini, dari tiga kapal angkutan penyebrangan pada tahun 2022, yang salah satunya akan diselesaikan secara 100 persen pada tahun ini.
“Ini merupakan satu dari tiga kapal yang dibangun, di PT Mariana Bahagia ini,” katanya
Kapal KMP Putri Leapuri ini meruoakan kapal nonmanufer, dimana hanya untuk penyebrangan barang dan kendaraan, dengan mesin di bagian depan dan belakang, kapal ini difokuskan untuk penghubunga dua akses sungai dari Sri Menanti ke Karang baru Kabupaten Banyuasin. Dimana pelabuhannya sendiri sudah mendekati penyelesaian, dan diharapkan juga nantinya kapal angkutan ini menjadi salah satu sarana akomodasi masyarakat di wilayah perairan di Kabupaten Banyuasin.
” Untuk sekarang, progresnya sudah mencapai 95% pengerjaan, sisanya hanya pemaksimalannya saja nanti, diharapkan dampak untuk pengembangan akomodasi perekononian di daerah,” katanya.
Dirinya menambahkan, untuk hasil akhirnya setelah 100% kapal ini, harus sesuai dengan prosedur standarisasi, baik dalam pembangunan, kelengkapan, keamanan, hingga mesin dan pendukungnya. Sehingga setelah beroperasi untuk membantu transportasi dan akomodasi perekonomian wilayah Sunsel, tidak ada kendala.
Sementara, Gubernur Sumsel, diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, KPU, Pengawasan, Ekowanti Retnaningsi mengatakan. Jika kapal ini mdapat memberikan nilai tambah antar sungai dalam memudahkan perekonomian wilayah sekitar. Dimana nantinya masyarakat bisa menggunakan kapal angkut penyebrangan ini untuk memindahkan hasil komoditi usaha mereka dari satu wilayah ke wilayah lain di Sumsel, bahkan ke wilayah Bangka Belitung.
“Kita harapkan busa mendukung pengembangan angkutan komoditi antar wilayah, jadi perekonomian di wilayah perairan Sumsel makin berkembang,” tutupnya.(cg)








