
OGAN ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Berdasarkan hasil investigasi tim mediarakyat.co dilapangan ditemukan realisasi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022 Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir diduga terjadi penyelewengan oleh Oknum Kades pada proyek Program Ketahanan Pangan bidang Pertanian dan Peternakan, pasalnya ada terjadi Mark Up pada SPJ dana desa tersebut dan tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa.
Menurut salah satu sumber yang merupakan perangkat desa Tanjung Serian dan beberapa warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa SPJ DD tahap III tidak sesuai dengan realisasinya dan diduga kuat terjadi penggelembungan Dana.
“Contohnya saja untuk dana pembelian bibit ikan di RAB tertera 8.000 ekor tetapi yang dibelanjakan hanya 5.000 ekor, 2 unit Banner yang nilainya Rp. 500.000, Papan Proyek senilai Rp. 250.000 namun tidak terpasang selama proyek berlangsung dan pembelian Terpal di SPJ sebesar Rp. 2.300.000 padahal hanya Rp. 1.400.000, belum lagi tidak ditentukan siapa yang mengelolanya dan tidak dibahas dalam musyawarah desa”, ungkap Sumber, Sabtu (25/02).
“Diantaranya juga ada data pembelian pakan ikan senilai Rp. 21.000.000 padahal untuk kebutuhan beberapa ribu ikan saja, artinya tidak sesuai. Masa sampai 70 karung?”, lanjutnya.
Masih kata sumber, bahwa ditemukan data laporan pembelian pupuk sebanyak 10 karung atau senilai Rp. 6.000.000 dan realisasinya diberikan kepada 64 orang
“Pupuk itu cuma di bagi 64 orang x 5 kg, artinya tidak sampai 10 karung yang semestinya di RAB 500 kg cuma di bagi 320kg, jadi sisanya kemana? “, tambah sumber.
“Kemudian yang jadi pertanyaan pada SPJ tertera biaya operasional, nah biaya tersebut kemana larinya?”, kata sumber.
Sementara itu Ulin Fransiska Kepala Desa Tanjung Serian yang baru dilantik tanggal 21 Desember 2022 Lalu belum bisa memberikan tanggapannya melalui pesan WhatsApp kemudian dirinya membantah soal dugaan realisasi pengadaan pupuk tersebut.
“Maaf pak kami bersedia mengkonfirmasi langsung, Kalo lewat chat agak susah pak”, jawabnya via Whatsapp, Sabtu (25/02).
“Yg pasti untuk keterangan pupuk itu tidak benar pak, Mohon infonya Bapak dapat sumber dari mana pak? “, ujar Ulin Fransiska.
Ketika ditanya terkait dugaan lainnya, hingga berita ini ditayangkan Ulin belum memberikan tanggapan. (red)





