
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Aksi Unjuk Rasa di depan Kajati Sumsel digelar oleh sejumlah Massa yang tergabung Ormas Pemerhati Situasi Terkini (PST) terkait indikasi KKN di lingkungan Dinas Pendidikan Ogan Ilir, Rabu (29/06)
Dalam orasinya koordinator aksi Alex Kqzjuda menyampaikan dua paket pekerjaan yang terindikasi KKN di Dinas Pendidikan Ogan Ilir (OI).
“Indikasi KKN yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan OI adalah pengadaan mebel SMP yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nominal Rp 2.428.000.000 dan pengadaan mebel SD dengan nominal Rp 2.352.000.000”, terang Alex.
“Kami menduga kuat dalam pekerjaan ini terindikasi tidak sesuai pada Gambar Kegiatan, Surat Perjanjian Kontrak (SP), Surat perintah mulai kerja (SPK), spesifikasi teknis kerja, kerangka acuan kerja (KAK), dan Rekapitulasi Bill and Quantity”, lanjutnya.
“Diduga kuat pada kegiatan tersebut terkhususnya pada OPD dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten ogan ilir ada mafia dalam pengaruran proyek yang mana terlihat jelas dari HPS kegiatan tersebut terlihat hanya berselisisih Rp 4,4 juta dan Rp 4,9 juta, dari angka tersebut sangat rawan pekerjaan itu diduga telah diarahkan oleh pengaturatau mafia proyek pada dinas pendidikan dan kebudayaan OI,” tegas Alex.
Aksi ini disambut baik oleh Kasi E dari Intel Kejati Sumsel A. Mauliawan. Menurutnya, Kejati sumsel akan menindaklanjuti semua laporan yang disampaikan sesuai dengan aturan yang ada.
“Kami Akan menindaklanjuti laporan dari kawan kawan pendemo,” Ujar Mauliawan.
Usai melalukan aksi demonstrasi, PST menyampaikan laporan pengaduan ke PTSP Kejati Sumsel dengan melampirkan berkas KAK, BQ dan berkas lainnya. PST juga akan terus melakukan aksi demonstrasi pekan datang hingga permasalahan ini menemukan titik terang.
“Usut tuntas dugaan KKN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir. Panggil dan periksa pejabat semua pejabat yang terlibat dalam pekerjaan itu sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Alex.








