
KALIMANTAN BARAT, MEDIARAKYAT.CO || Keadaan Ruas Jalan Desa Semongan, Kecamatan Noyan Kabupaten Sanggau dari tahun Ke tahun tidak mengalami kemajuan, justru kemunduran yang masyarakat setempat rasakan.
Semenjak 77 tahun Indonesia merdeka, Masyarakat di Desa Semongan belum merasakan apa makna Merdeka yang sesungguhnya, khususnya dari segi infrastruktur jalan.

Menurut Tipuk, salah seorang warga Desa Samongan mengatakan, tidak pernah ada perbaikan maupun pelebaran jalan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
“Jalan masih tanah kuning, berlumpur, licin, terlebih ketika musim hujan, nyaris tak bisa dilewati kendaraan roda dua, terkhusus masyarakat dusun Mabit karena titik paling parah itu dari dusun Mabit ke desa Semongan”, ungkap Tipuk, Jumat (07/10).
“Padahal jalan tersebut adalah satu-satunya jalan poros yang digunakan masyarakat sebagai akses kegiatan sehari-hari, misalnya berbelanja atau menjual hasil tani ke pusat pasar, Yakni Balai Karangan”, lanjutnya.
“Kalau bicara Kecewa, kami masyarakat Desa Semongan pada umumnya, sangat kecewa kepada Pemerintah, baik Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah, Maupun Pemerintah Pusat, karena seolah-olah keberadaan kami di sini tidak diperhitungkan, nasib kami tidak diperhatikan, dimanakah keadilan bagi kami? Ini masih terkait jalan, belum lagi yang lain, seperti listrik, Air, Puskesmas, dsb masih kurang perhatian dari pemerintah”, Imbuhnya
Sedangkan Aceny, salah seorang warga dusun Mabit mengatakan, bahwa 77 Tahun Indonesia merdeka tetapi warga dusun Mabit masih saja belum tersentuh pembangunan infrastuktur yang layak dari pemerintah, apalagi infrastruktur lainnya selain jalan sebagai akses utamanya.
“Harapan kami ke depannya, semoga kami warga dusun Mabit tidak lagi terpuruk dalam keterisolasian terutama infrastruktur jalan, ekonomi, SDM, air bersih dan lain-lain.” tutur Aceny.
Selain itu, Hely salah seorang warga desa Semongan juga mengatakan bahwa jalan desa Semongan sangat rusak parah, perlu perbaikan serius, perlu kekompakan masyarakat setempat maupun daerah.
“Kami sebagai masyarakat tidak tahu lagi harus bicara kepada siapa, ingin bicara kepada pemerintah rasanya akan percuma karena keluhan kami selama ini tidak pernah didengarkan”, keluhnya
Jalan merupakan akses yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, karena satu-satunya akses sebagai pendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat adalah jalan, semoga pemerintah setempat dapat mendengarkan keluhan masyarakat tersebut. (ba)





