
Polsek Tanjung Raja : “Sampai detik ini belum ada yang melapor atas kejadian itu baik dari pihak keluarga mau pun dari pihak lapas sendiri”
OGAN ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Telah terjadi peristiwa berdarah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja, Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan (Sumsel), Pada Kamis (30/06) yang lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun, diduga peristiwa berdarah terjadi berselisih paham terjadilah pertengkaran antara warga binaan di blok Lapas sehingga mengakibatkan salah satu orang warga binaan tertikam 3 liang di tubuh bagian belakang dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
Ketika dimintia keterangan dari salah satu petugas medis RSUD Kayuagung membenarkan adanya seorang warga bianaan Lapas Kelas IIA Tanjung Raja atas nama Ilham bin Swasa (22 thn) warga Belanti Tanjung Raja, Ogan Ilir (OI) yang mengalami luka yang cukup serius akibat tikaman.
Korban saat itu tengah dalam perawatan medis di ruang operasi, menurut salah satu petugas RSUD Kayuagung yang meminta identitasnya disembunyikan, korban masuk sekira 10:00 wib.
“Ya karena luka yang cukup serius sehingga korban harus dilakukan operasi, “terang petugas medis RSUD Kayuagung.
Meski sebelumnya awak media telah berupaya meminta penjelasan dari petugas Lapas Kelas IIA Tanjung Raja yang mengawal dan mengantar korban ke ruang operasi, namun sedikit disayangkan sejumlah petugas Lapas terkesan bungkam dan hanya salah satu petugas Lapas yang mengatakan, jika ingin konfirmasi masalah tersebut silahkan kalian (Awak Media) datang ke Lapas.
“Nanti disana ada pihak yang menjawabnya, “tutur salah satu petugas Lapas.
Menelisik kejadian, selanjutnya sejumlah awak media dan LSM KPK independen menyambangi Lapas Kelas IIA Tanjung Raja Ogan Ilir (OI) pada Sabtu 02/07 guna konfirmasi.
Namun sangat disayangkan tak satupun petugas lapas yang dapat ditemui. Menanggapi hal tersebut ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPK independen OKI, Irwan mengatakan sangat disayangkan disaat awak media ingin konfirmasi pelayanan Lapas kelas IIA Ogan Ilir sangat tidak bersahabat dengan wartawan.
“Kenapa mesti alergi terhadap wartawan mereka mau konfirmasi temui. kenapa mesti alergi,ada apa sebenarnya”, tutur Irwan.
“Satu lagi yang patut kita pertanyakan dimana pengawasan oknum petugas yang saat itu lagi piket, sampai terjadi penikaman seperti itu dan pantut di pertanyakan dari mana asal benda tajam yang ditusukan oleh pelaku kepada korban”, lanjutnya.
“Menurut informasi yang kami dapat kejadian ini bukan kali pertama terjadi di lapas kelas IIA Ogan Ilir, sudah sering”, imbuh Iwan.
“Karena keberadaan kami tidak ada sambutan dari pihak lapas maka kami pun langsung beranjak untuk meminta klarifikasi dari pihak Polsek Tanjung Raja, mengingat jarak antara Polsek dan lapas bersebelahan tempatnya, namun kami sangat terkejut mendengar penjelasan anggota polisi yang lagi piket yang menjelaskan sampai detik ini juga belum ada yang melapor atas kejadian itu baik dari pihak keluarga mau pun dari pihak lapas sendiri”, terang Irwan.
Menyimpulkan atas kejadian ini mengingat yang bertikai tersebut adalah warga binaan lapas sangat disayangkan sekali pihak lapas terkesan menutupi kejadian yang sangat serius ini. Dugaan kuat lapas kelas IIA Tanjung raja minimnya pengawasan.
“Kami dari lembaga swadaya masyarakat LSM KPK independen akan segera menyurati Kakanwil Sumsel untuk segera memanggil kalapas kelas IIA tanjung raja Ogan Ilir untuk diberikan sanksi tegas terhadap oknum petugas yang lalai menjalankan tugasnya, kami berharap Kakanwil Sumsel segera untuk menindaklanjuti atas kejadian ini dan segera memanggil kalapas kls IIA Tanjung Raja Ogan Ilir biar kedepan peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali. Jika perlu copot oknum yang tidak becus menjalankan tugasnya”, tutup Irwan. (nov)





