
Kalimantan Barat, MEDIARAKYAT.CO || Warga dusun Tandi Desa Tenguwe Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak berjibaku melewati Sungai Tenguwe ketika ingin mengantarkan 2 Jenazah sekaligus, pasalnya Ambulance yang membawa jenazah tersebut tidak dapat melewati sungai Tenguwe karena belum adanya jembatan di desa tersebut.
Narko, Ketua Komunitas KBPNL mengatakan sungguh luar biasa semangat serta rasa solidaritas saat mengevakuasi kedua jenazah yang akan diantarkan ke tempat tingalnya yang beralamat di dusun Tandi, Desa Tenguwe, dan dusun Bentiang Semame, Desa Bentiang, Kecamatan Air Besar.

“Kedua Jenazah ini dari ngabang, yang akan dibawa ke kampung halamannya masing-masing. Kebetulan meninggal dihari yang sama, jadi kami berserta kedua belah pihak keluarga berinisiatif untuk membawa jenazah berangkat dari Ngabang ke kampung, saya juga sudah koordinasi dengan pihak PT. Borneo Muria Plantation (PT.BMP) untuk membantu 2 unit mobil Ambulance, yaitu dari puskesmas Serimbo dan dari RSUD Landak”, ujar Narko, Kamis (16/06)
“Sekitar pukul 16:30 WIB kami tiba di sungai dikarenakan cuaca baru saja hujan, mengakibatkan Air naik diperkirakan mencapai ketinggian 50 cm, hal inipun membuat mobil jenazah kesulitan untuk melewati Air tersebut, biasanya masih bisa dilalui tetapi alasan lainnya juga karena mengantisipasi Amblas saat menyeberang”, paparnya.
“Dengan rasa solidaritas yang tinggi dan semangat gotong royong dari masyarakat akhirnya kedua Jenazah dapat di evakuasi sekaligus. Kondisi seperti ini tidak menjadi halangan buat kami, meskipun Air naik kami tetap semangat untuk mengevakuasi kedua”, lanjut Narko.
“Sebenarnya ada Jembatan penghubung, cuma untuk Kendaraan Roda 4 atau mobil tidak bisa melewatinya sehingga kami mengambil jalan alternatif dan cara lain untuk mengevakuasi kedua jenazah tersebut”, imbuhnya.
“Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua masyarakat, yang sudah ringan hati untuk membantu proses evakuasi kedua Jenazah, Semoga kedepannya Hal seperti ini tetap kita pertahankan serta kita junjung tinggi nilai-nilai solidaritas”, pungkas Narko. (win)








