
Oleh : Drs. Lubis Rahman*
Ada pertanyaan teman seangkatan waktu SMA, dia mempertanyakan apakah kamu menyesal menekuni profesi sebagai wartawan.
Dengan lantang aku jawab kenapa menyesal, karena profesi wartawan adalah profesi mulia dan terhormat.
Dengan profesi WARTAWAN tersebut mensejajarkan seorang WARTAWAN itu dengan siapa petinggi di Kabupaten, kota dan Provinsi.
Artinya wartawan bisa bergaul dengan Bupati,Kapolres,Dandim,Kejaksaan, Pengadilan, Ketua DPRD jika dia bertugas di Kabupaten.
Begitu juga wartawan bisa bergaul dengan Gubernur, Kapolda,Panglima, Kejaksaaan, Pengadilan, Ketua DPRD bila dia bertugas di Provinsi.
Profesi WARTAWAN bisa bersama Bupati, Gubernur dan bisa juga dengan Abang Becak, Sopir Bus dll.
Ada juga yang menyebutkan kalau mau kaya jangan jadi WARTAWAN, maka jadilah pengusaha.
Karena menjadi WARTAWAN apalagi jujur mana ada RUMUS dan BUCUNYA jadi kaya. Tapi kalau jadi pengusaha bisa dan mungkin bisa kaya.
Jadi bila dihari tua mengalami sesuatu yang mungkin tidak masuk akal jangan disesali, karena sudah memilih profesi WARTAWAN.
Dengan profesi WARTAWAN ini juga dapat mengantarkan seseorang sampai pada tingkat dikenal orang banyak dan sampai ke Provinsi seperti di Ambon, Surabaya, Kaltim, Madura, Padang, Bengkulu, Lampung, Jambi, Bangka melalui PWI bahkan sampai bisa Umroh.
Kalau nyebut Sumsel hampir semua Kabupaten sudah dikunjungi.
Mungkin kita tidak memiliki deposito di Bank, tak punya rumah bagus, tak punya roda empat dll.
Alhamdulillah kita oleh Allah masih diberikan kesehatan dalam usia 62 masih bisa menulis berita. Dan sudah bergabung dengan PWI sebagai anggota biasa sejak 1998.
Bahkan dapat mengantarkan Saryanto sebagai Ketua PWI Banyuasin pada masanya dan Alhamdulillah dipercaya sebagai Wakil Ketua. Juga dapat mengantarkan Diding Karnadi,SH sebagai Ketua PWI Banyuasin pada masanya, Alhamdulillah dipercaya juga sebagai Wakil Ketua.
Memang dari rezeki kita tak punya apa-apa, karena Allah lebih tahu masalah rezeki ini. Insya Allah rezeki Allah titipkan dengan anak-anak kita. Sekarang saatnya sebagai hamba mendekatkan diri kepada-Nya.
Sekali lagi jangan sesali profesi sebagai WARTAWAN.
(Penulis adalah Wapimpred MEDIARAKYAT.CO)





