
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Halaman Puskesmas Keman Kecamatan Pampangan Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan disulap menjadi fasilitas parkir liar baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dari pantauan awak media, kendaraan-kendaraan yang terparkir dihalaman puskesmas Keman tersebut bukan hanya milik masyarakat yang berobat tetapi justru kendaraan warga yang pergi kepasar yang tak jauh dengan puskemas tersebut. Terlihat juga motor mereka diparkir di halaman belakang puskesmas.
Melihat kondisi halaman puskemas tersebut dipenuhi motor yang berjejer terparkir, lalu awak media mencoba konfirmasi ke kepala puskesmas.
Awak media disambut salah satu Staf di puskesmas yang tak mau menyebutkan namanya, ia mengatakan jika kapus nya lagi ada zoom meeting.
“Bapak ada keperluan apa nanti saya sampaikan”, ujar staff, Senin (18/12).
Untuk keperluan administrasi kunjungan, kemudian awak media meminta buku kehadiran tamu, namun sangat disayangkan buku tamu yang di minta tak kunjung datang, lalu awak media menanyakan lagi ada atau tidak buku tamu tersebut.
“Maaf pak buku tamunya lagi dicari”, jawabnya sambil memberikan sebuah Amplop yang terlihat berisikan uang senilai Rp 30.000,-
“Amplop apa ini?” tanya awak media kembali.
“Untuk bapak beli minyak”, jelasnya.
Karena Kepala Puskesmas tidak bisa di konfirmasi kemudian awak media mewawancarai juru parkir (Jukir) inisial VR yang lagi sibuk mengurus motor yang keluar masuk di halaman puskesmas, VR mengatakan memang benar mereka yang urus parkir di puskesmas tersebut.
” Iya kami mengurus Parkir disini, soalnya motor disini sering hilang, kami Parkir hanya hari Senin saja saat hari pasar, kalau hari biasa tidak dan juga bukannya banyak kami mendapatkan uang parkir ini paling Rp.150 kalau lagi rame, kalau sepi paling Rp 100 ribu”, ungkap VR.
“Besaran biaya parkir satu motor yang diminta, hanya dua Ribu Rupiah Rp.2000 satu motor”, tambahnya.
VR mengatakan hasil pendapatan dari parkir ini tidak menyetor dengan siapa-siapa.
“Ini seseran suami saya, karena ia bekerja sebagai satpam disini”, tukasnya.
Sementara itu, salah satu masyarakat yang minta identitasnya tidak ingin disebut, mengatakan dirinya juga bingung kenapa fasilitas puskesmas bisa dijadikan lahan parkir dan dipungut biaya.
“Kami juga bingung, kok halaman puskesmas dijadikan tempat parkir. Kami juga berobat diberikan karcis nomer”,terangnya.
“Jadi kami meminta untuk dinas terkait sekiranya dilakukan penertiban disetiap hari Senin, biar masyarakat ingin berobat tidak merasa terganggu dengan adanya parkir liat dihalaman puskesmas”, pungkasnya.
Sayangnya hingga berita ini diterbitkan kepala puskesmas Keman belum bisa dikonfirmasi.(nop)





