
Ketua Forum Pimpinan Puskesmas OKI : Semua itu tidaklah benar sama sekali
OGAN KOMERING ILIR, MEDIARAKYAT. CO || Sungguh hal diluar dugaan ulah oknum Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kab. OKI, berinisial IS, layaknya bukan seorang oknum pimpinan dan pejabat publik.
Bukannya memberikan contoh yang baik justru dikeluhkan oleh para oknum bawahannya terutama bagi oknum kepala puskesmas yang ada di Kabupaten OKI. Dimana Oknum Kadinkes OKI, IS diduga kerap meminta “jatah” sejumlah uang kepada para pimpinan Kepala Puskesmas yang ada di Kabupaten OKI.
Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya pun mencapai jutaan rupiah. Ironisnya dugaan meminta jatah ini sangat sering dilakukan, empat bahkan hingga lima kali dalam satu bulan dengan berbagai alasan sumbangan.
Dijelaskan salah satu kepala Puskesmas yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, sudah mengaku kesal dan geram atas kelakuan pimpinannya yakni Oknum Kepala Dinas OKI ini. Karena setiap bulan hampir lima kali meminta jatah uang kepada Puskesmas dengan berbagai alasan.
Ada diantaranya mengatakan bahwa oknum IS mengaku uang tersebut untuk disetorkan kepada Bupati OKI yang kala itu masih dijabat oleh Iskandar SE.
“Entah apa benar untuk disetor kepada pak Bupati atau hanya akal-akalanya saja”, ujar oknum kepala puskesmas dengan nada jengkel.
Setiap kali ada kegiatan pasti Puskesmas yang menjadi korban diminta untuk menyiapkan dana.
Diakui sumber ini, aksi meminta jatah ini diduga dikomandoi oleh oknum Ketua Forum Puskesmas inisial M
Sementara untuk bagian menelpon masing-masing Puskesmas untuk menagih uang yang dimaksud diduga dilakukan oleh Oknum Puskesmas Sugihwaras, Cengal, Sungai Menang, Petir.
Sejak Kepala Dinas dijabat oleh oknum IS, lanjut sumber, Puskesmas terpecah menjadi terkotak-kotak. Oknum IS ini selalu mengatakan untuk satu komando tapi fakta dilapangan hal itu tidak berjalan.
Terbukti saat menemui Bupati yang diikutsertakan hanya 13 puskesmas, yakni rombongan Ketua Forum M Padahal puskesmas yang ada di Kabupaten OKI berjumlah 33 Puskesmas.
Kemudian rapat di Dinas Kesehatan juga demikian, hanya 13 puskesmas tersebutlah yang diajak sedangkan yang lainnya tidak diikut sertakan.
Parahnya lagi, jika tidak dituruti apa yang menjadi permintaan oknum IS ini tadi maka segala urusan akan dipersulit sehingga membuat geram dan kebingungan bagaimana untuk membuat SPJ uang yang telah diambil dan diminta tersebut.
Sumber ini menduga banyak diantara Puskesmas yang kegiatannya fiktif demi untuk menutupi uang jatah sumbangan yang diminta oknum IS.
Sumber juga meminta kepada Bupati serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan uang jatah yang diminta oknum IS.
Menyikapi hal ini, Ketua Forum Pimpinan Puskesmas OKI, M saat dikonfirmasi melalu pesan WhatsApp di nomor 0853-67xx-48xx memberikan tanggapan bahwa apa yang di sampaikan tersebut tidaklah benar.
“Saya ketua Forum Pimpinan Puskesmas menanggapi terhadap apa yg di sampaikan oleh Bpk bahwa semua yg di sampaikan diatas itu tidak benar sama sekali”, bantah M, Selasa (23/01/2024).





