
PALEMBANG, MEDIARAKYAT.CO || Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kertapati dikawasan padat penduduk setidaknya menghanguskan 15 rumah warga semi permanen, kali ini terjadi di lorong Siliwangi Rt 09 Rw 02 kelurahan 5 ulu Kecamatan Seberang ulu 1 Kota Palembang Provinsi Sumsel, Sabtu (01/04).
Ada 6 rumah kayu milik warga setempat yang mengalami rusak berat dan 9 rumah warga mengalami rusak ringan, namun dari musibah ini tidak ada korban jiwa. Untuk warga yang terdampak kebakaran terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya untuk sementara.
Tujuh mobil Damkar milik Pemerintah Kota Palembang diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api dan dibantu juga armada Damkar dari sungai musi, beberapa warga setempat juga ikut berjibaku memadamkan api yang terus berkobar, Sekitar Pukul 11. 30 WIB api baru bisa dipadamkan.
Dilansir dari media Metrosumsel.com, Keterangan dari Helmi Ketua Rt 09 kepada wartawan, bahwa ada 6 rumah yang mengalami rusak berat dan ada 9 rumah yang mengalami rusak ringan dari insiden kebakaran tersebut.
“Api berkobar lebih kurang 5 jam, dikarnakan jalan Lorong sangat sempit, petugas dari Damkar Kota Palembang merasa kesulitan untuk menjangkau lokasi kebakaran terjadi” katanya.
Sambungnya, dengan menggunakan alat seadanya warga terus berusaha membantu proses pemadaman api yang sedang berkobar.
Saat ditanya asal mula penyebab terjadinya kebakaran Helmi mengaku tidak tahu pasti, menurut informasi dari warga kalau api pertama kali muncul dari rumah yang ditinggal pemiliknya ke pasar.
“Dikarenakan rumah disini banyak terbuat dari kayu, maka api cepat sekali menjalar ke tempat yang lainnya”, ujarnya.
Sementara itu ditempat yang sama Mat salah satu warga setempat menambahkan, diperkirakan penyebab kebakaran akibat konsleting listrik, ” Rumah tersebut terbakar diperkirakan dari arus pendek listrik”, ungkap Mat.
Nopranto Koordinator lapangan dari Dinas pemadam kebakaran dihubungi menyampaikan, dikarenakan mobil pemadam tidak bisa menuju ke lokasi, maka timnya terpaksa menggunakan pompa apung untuk memadamkan api.
“Karena lokasi kebakaran tersebut berada dipinggir sungai, maka kami menggunakan pompa apung untuk memadamkan api tersebut sebab akses lorong sempit tidak bisa dilalui mobil pemadam kebakaran” ungkapnya. (***)





