
OGAN ILIR, MEDIARAKYAT.CO || Proyek Pekerjaan tembok penahan tanah Teluk Seruo Ogan Ilir yang menggunakan dana Bangub Aspirasi DPRD Sumsel Partai Demokrat dengan nilai pagu 3,5 Miliar dan nilai kontrak 3,4 Miliar yang di kerjakan CV Mawar tanpa menggunakan spek dari Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir yang sudah di tenderkan, baru satu minggu selesai Roboh.
Di lansir dari kritissumsel.pikiranrakyat.com, Kabid Bina Marga PUPR OI yang juga selaku PPK, Eko Randi Satria menjelaskan bahwa proyek tembok penahan tanah dengan pagu 3,5 Miliar dan nilai kontrak 3,4 Miliar yang dikerjakan CV. Mawar menggunakan dana Bangub Aspirasi DPRD Provinsi Sumsel Partai Demokrat dan batas pekerjaan tersebut sampai 31 desember 2023
Menyikapi hal tersebut, Ketua Badan Informasi Data Investigasi Korupsi (BIDIK), Yongki Ariansyah kini mempertanyakan kualitas pekerjaan kontraktor CV.MAWAR.
“Ini pemborong atau perampok untuk modal Pileg?”, tanya Yongki geram.
“Ini anggaran 3,4 miliar sangat besar dan cukup untuk bikin rumah tiga lantai, disini dapat kita lihat kurangnya pengawasan keuangan negara dan apa saja peruntukannya, coba tim ahli dan APH turun untuk menghitung kubikasi dan spesifikasi bangunan tembok penahan ini, harga batu gunung di pasaran tidak sampai Rp 500.000 per kubik”, lanjutnya.
Saya, kata Yongki, beli batu ini hanya Rp 2,300,000 satu mobil dengan isi volume 6 kubik, Nah Volume tembok ini sepertinya tidak akan habis 200 mobil.
“Kita lihat juga disini tidak ada pondasi yang mantap seharusnya itu ada pondasi dalam tanah paling tidak 1,5. Upah tukang itu standar Rp. 180.000 sehari, harga semen merk Baturaja itu Rp. 65.000 satu karung, isi 50 KG di Muara Kuang sana”, tambahnya.
“Anggaran proyek ini diduga di mark-Up dengan angka miliaran rupiah, oleh karena itu kami minta BPK, BPKP dan APH yang ada di Sumsel untuk turun dan periksa angran proyek ini”, Desak Yongki.
Dirinya juga menggambarkan kalau Jembatan Ampera itu di bangun tahun 1953, tiangnya itu cor beton jaman Belanda hingga 2023 ini masih kokoh. Artinya lebih baik bangunan penjajah di kala itu ketimbang bangunan oknum kontraktor yang menjajah negeri kita saat ini, tegas Yongki. (lzr)





