
MUARA ENIM, MEDIARAKYAT.CO – Jembatan Lematang penghubung desa Baturaja dan Pangkalan Babat yang diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pada Sabtu, 25 Desember 2025 lalu kini Menjadi sorotan pasalnya luapan air sungai Lematang membuat jalan penghubung dari Desa Pangkalan Babat Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim yang menuju jembatan terdampak banjir dan tidak bisa dilalui.
Warga dan anak sekolah yang ingin menyeberang terpaksa harus menggunakan Jembatan darurat yang dibuat oleh warga setempat dari papan dengan biaya Rp 5.000 sekali lewat. Kondisi ini sangat berbeda dengan euforia saat peresmian jembatan tersebut.
“Jembatan yang baru diresmikan ini kini menjadi masalah yang cukup besar bagi kami. Kami berharap baik Pemkab maupun pemerintah setempat bisa segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini,” kata salah satu warga, Kamis (15/01/2026).
“Sekali lagi kami mohon bantuan kepada Pemerintah agar jalan yang belum selesai di desa Pangkalan Babat tersebut untuk di dibangun sehingga akses jalan penghubung desa Baturaja dan Pangkalan Babat menuju jembatan menjadi lancar tanpa kendala, khususnya saat musim banjir”, tambahnya.
Pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Namun, warga berharap agar masalah ini bisa segera diatasi agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu tanpa harus mengeluarkan biaya untuk melintas. (Leo)





